Friday, January 3, 2014

Mampukan Hamba ya Allah

Ketika hati lega tatkala tahun berganti dan seiring lepasnya kewajiban selama ini 
Mampukan hamba ya Allah
Mampukan hamba untuk selalu ingat, bahwa Engkau tidak akan membawa hamba kedalam situasi yang hamba tidak sanggup untuk menjalaninya

Ketika hati resah tatkala merasa tidak mendapat dukungan atas apa yang hamba rencanakan
Mampukan hamba ya Allah
Mampukan hamba untuk selalu yakin, bahwa segala tindakan dengan tujuan baik, In syaa Allah mendapat ridho-Mu dan tidak sia-sia 

Ketika kelak sebuah jalan yang hamba ambil menemui rintangan
Mampukan hamba ya Allah
Mampukan hamba untuk selalu ikhlas dan istiqomah dalam menjalaninya tanpa sedikit rasa sesal

Ketika iri sedikit membisikkan suaranya ke dalam hati hamba
Mampukan hamba ya Allah
Mampukan hamba untuk percaya bahwa rejeki tidak buta dan tidak pernah salah. Bahwa rejeki serta jalan hidup manusia sudah Engkau atur dengan sebaik-baiknya

Ketika terbersit dalam benak berbagai keinginan yang hendak dicapai
Mampukan hamba ya Allah
Mampukan hamba untuk dapat melihat berbagai tanda kebesaran-Mu sebagai petunjuk
Mampukan hamba untuk dapat melihat rumah Mu ya Allah

Aamiin..Allahumma Aamiin

:)


***mgs***


 


Thursday, November 14, 2013

Manusia Seperti Sebuah BUKU

Great 'breakfast' that a friend share to me ^_^


"Manusia Seperti Sebuah BUKU...." 

Cover depan adalah tanggal lahir.

Cover belakang adalah tanggal kematian.

Tiap lembarnya, adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan.


Ada buku yg tebal,

ada buku yg tipis.


Ada buku yg menarik dibaca,

ada yg sama sekali tidak menarik :'(  

Sekali tertulis, tidak akan pernah bisa di'edit' lagi


Tapi hebatnya,

seburuk apapun halaman sebelumnya
selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru dan tiada cacat.


Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin,

Allah SWT selalu menyediakan hari yang baru untuk kita. :)
Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya.

Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita kedepannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkanNYA.


Terima kasih Allah SWT utk hari yg baru ini :)


Syukuri hari ini....

dan isilah halaman buku kehidupanmu dgn hal2 yg baik semata. 


Dan, jangan pernah lupa, untuk selalu bertanya kepada Allah SWT, tentang apa yang harus ditulis tiap harinya.  


Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan kepadaNYA.


Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak2 kita dan siapapun setelah kita nanti. 


Selamat menulis di buku kehidupanmu, 

Menulislah dengan tinta cinta dan kasih sayang, serta pena kebijaksanaan..
Selamat Berpuasa.. Wassalaamu 'Alaikum 

-10 Muharram : Puasa Asyura menjadi penebus dosa setahun yang telah lewat (HR Muslim dan Ahmad) 

***mgs***


Friday, October 18, 2013

H A T I.......I T A H.....H A T I......I T A H

"Allah ga akan menutup hati umatnya, batu aja di tetesin air bolong kok" 
-friend's quote-

"Tiada daya upaya manusia, hidayah dan hati itu sepenuhnya urusan Allah"
-kutipan yang pernah saya dengar-

"Dalam laut bisa diduga, dalam hati siapa yang tahu"
-pribahasa- 

Manusia mana yang bisa membaca hati seseorang. Manusia mana yang bisa mengerti apa yang sedang bergemuruh didalam hati seseorang. Manusia mana yang bisa menduga apa yang akan terjadi dengan hati seseorang. 

Saya sendiri tidak bisa menduga apa yang akan terjadi dengan hati saya. Saya sendiri tidak bisa menduga apa yang dapat merubah isi hati saya. Saya sendiri tidak bisa menerka akankah hati saya tetap dalam jalurnya. Begitupun yang terjadi padanya.

Mungkin seperti itu seharusnya saya bersikap terhadapnya. Tidak seharusnya saya merasa sedih atau kecewa terhadap sikap yang saat ini ditunjukkan olehnya. Saya seharusnya mengerti bahwa semua butuh proses. Satu proses yang sudah seharusnya saya jalani saat ini. 

Dan terus berharap agar suatu hari kami dapat bersama-sama melangkah dalam satu jalur..jalur yang penuh dengan rahmat dan ridho-Nya...Aamiin Ya Rabbal'alamiin

اَللَّهُمَّ مُـصَـــرِّفَ الْـقُلُـــــــــــوْبِ، صَرِّفْ قُلُوْبَنَــا عَلَى طَاعَتِكَ

“Ya Allah, yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepada-Mu.”
 
يَـــامُـقَلِّبَ الْـقُلُـــــــــــوْبِ، ثَـبِّتْ قَـلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ

“Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu.”


***mgs***

Wednesday, October 16, 2013

Grab your socks

Mungkin saya sedang sedikit narsis akhir-akhir ini. Bukan narsis dalam arti kata sibuk foto sana sini, tetap itu jarang juga walaupun saya sedang dalam liburan atau mungkin sedang dalam moment hari raya. Sepertinya efek tidak terlalu suka di foto tertular dari suami dan anak saya ke diri saya, sehingga agak malas untuk memainkan kamera digital maupun kamera handphone. Tapi kalau acara dengan teman SMA, tetap sih tidak bisa membiarkan kamera moncong milik salah satu teman fotografer saya tidak beraksi ^__^.

Kembali ke istilah narsis, ya saat ini saya sedang semakin suka dan cinta dengan 'kostum' saya. Rasanya ingin segera memenuhi segala persyaratan dasar yang dahulu tidak pernah terlintas ke dalam alam pemikiran saya. Malah dahulu saya berpikir "haduuuh itu apa ga ribet ya, panjang semua gitu, gerah pasti", atau "gak keren aah" atau parahnya "Haduuh teroris bukan ya tuh", hahahhaa..Astaghfirullahal'adziim..kacau banget ya :)

Iya saya ingat sekali kalimat atau prasangka tentang teroris itu memang pernah terjadi 7 tahun silam. Saat itu saya dan suami sedang dalam perjalanan menuju Yogyakarta. Kebetulan penumpang satu armada saya lihat ada yang mengenakan kostum serba tertutup dan berwarna hitam, dan pasangan nya pun berpakaian sebagaimana pasangannya. Saat itu suami saya berkata dengan mungkin bermaksud humor "Jangan-jangan teroris tuh". Namun sepanjang perjalanan saya jadi kepikiran dan berdoa terus, hahahaha...Alhamdulilah ternyata tidak ada kejadian yang menakutkan *fiiuuh* :D..Astaghfirullah berarti saya sudah berpikir negatif terhadap orang lain :( semoga Allah memaafkan kami saat itu, aamiin.

5 bulan mencoba memasukkan diri ke dalam dunia yang sudah seharusnya saya masuki jauh-jauh sebelumnya, membuat saya semakin menemukan hal baru setiap harinya. Dunia baru dengan segala pelajaran baru di dalamnya. Pelajaran yang semakin saya tahu, semakin ingin terus berkembang, Alhamdulilah. Namun juga semakin sadar masih banyak kekurangan dan pe er yang harus dikerjakan.

Salah satu achievement yang akhirnya kembali saya beranikan diri untuk melakukan adalah, I finally grab my socks pada tanggal 15 Oktober 2013 :D 

Walaupun sebenarnya hal tersebut sudah saya kerjakan "sebagian". Sebagian artinya jika berangkat kerja saya memang mengenakan kaos kaki, namun saat weekend atau pergi bersama keluarga (pasangan saya) hal itu belum saya lakukan. Saya masih berpikir takut suami saya nanti berkomentar kurang mendukung. Namun kemarin saya beranikan untuk mengenakan kaos kaki sebagai pelengkap menutup aurat saya. Achievement yang bagi saya merupakan kebanggaan sendiri, hehehhe *ga pa pa kan memuji dan bangga terhadap diri sendiri di blog sendiri :D. Semoga saya selalu istiqomah dalam menjalani apa yang telah saya pilih saat ini dan juga semoga saya tidak terbuai dengan semua hal yang seharusnya tidak boleh membuai saya, Aamiin ya Rabbal'alamin.

Masih ada satu lagi PR yang belum saya kerjakan, semoga segera dapat saya kerjakan. Mau tahu apa PR nya? Nantikan di episode selanjutnya yaaa, hehehe,,doakan saja In Shaa Allah :)


***mgs***


Wednesday, August 28, 2013

Sahabat

Sahabat,

Bicara tentang sahabat biasanya tidak pernah ada habisnya. Ada saja cerita mengenai mereka yang hadir dalam kehidupan saya. Hadir dalam perbincangan saya. Cerita bahagia, haru, curahan hati, dan sebagainya. 

Salah satu sahabat mungkin sedang menjadi trending topic beberapa waktu ini. Awalnya sebatas percakapan biasa, lama kelamaan cerita mengenai kehidupannya seakan tak berkesudahan. Bukan menceritakan hal yang tidak baik ya, tidak mau juga dibilang menggosipkan dia, sebatas perhatian saja :D.

Info terakhir yang saya dapat seakan mengembalikan memori saya pada suatu masa. Masa berbagi kisah yang hingga saat ini selalu saja membuat saya terharu :'). Tak terbayangkan jika saya berada dalam posisi dia. Selalunya hanya sebatas doa dan harapan yang dapat dipanjatkan.

Jika memang saat ini merupakan "jalan" yang akan membawa sahabat saya menemukan kembali apa yang telah hilang, tentunya saya sangat bahagia :).

Jalan apa pun dan melalui perantara siapa pun, semoga sahabat saya dapat kembali merangkai benang-benang terputus, mengurai kembali belitan jalinan simpul, sehingga kehidupan baru nan bahagia abadi dapat dijalani penuh dengan Rahmat Allah, SWT...Aamiin ya Rabbal'alamiin :').

Find your missing pieces, because you are truly DESERVE that Dear Friend :).


***mgs***

Friday, August 16, 2013

UANG

Uang

Uang

(lagi - lagi)

Uang

Apa sih Uang? alat pembayaran

Benar hanya sekedar alat pembayaran? 

Jika peranan utama dari uang merupakan alat pembayaran seperti yang saya pelajari semasa mengecap bangku sekolah, rasanya terlalu sederhana.

Jika peranan utama dari uang hanya sebatas alat pembayaran, mengapa uang bisa merubah cara pandang hidup manusia.

Jika peranan utama dari uang hanya sebatas alat pembayaran, mengapa uang bisa membuat keadaan menjadi pelik.

Jika peranan utama dari uang hanya sebatas alat pembayaran, mengapa tak jarang manusia meregang nyawa demi uang.

Jika peranan utama dari uang hanya sebatas alat pembayaran, mengapa uang dapat merubah suatu topik bahasan.

Jika peranan utama dari uang hanya sebatas alat pembayaran, mengapa (akhirnya) uang dapat mengungkap toreh yang selama ini terpendam.

Aaah uang, sungguh hebat peranan mu!


***mgs***



Friday, June 14, 2013

Saya atau Dia?

Entah siapa
Entah siapa yang sedang tidak enak perasaan
Entah siapa yang sedang tidak enak hati
Saya kah atau dia
Atau keadaan yang membuat seperti itu

Berusaha tidak terbawa emosi
Berusaha tidak membuat suasana menjadi semakin tidak bersahabat
Namun rasanya tetap ada ganjalan di dalam hati

Saya paham bagaimana toleransi diperlukan dalam sebuah komunitas
Saya paham benar harus seperti apa saya bertindak, that's why I choose to write it in this
Namun rasanya satu sisi dari diri saya sedikit tidak terima, saat sebuah statement diucapkan dengan -mungkin- tidak berpikir jauh pantaskah kalimat tersebut keluar secara berulang

Tidak merasakah bahwa selama ini apa yang terjadi tidak sesuai dengan ucapan
Tidak merasakah bahwa pihak lain sudah selalu mengikuti keinginan salah satu pihak
Tidak merasakah bahwa pihak lain sudah bisa dibilang berusaha menekan egosentris berlebihan

Semoga rasa ini tidak semakin menguasai akal sehat saya
Semoga rasa ini tidak semakin mengusik hati saya
Semoga saya masih selalu tetap bisa menjaga lisan


Aamiin Ya Rabbal 'alamin


***mgs***