Friday, August 3, 2012

Sebut-sebut namanya

Cling

Salah satu sign message berbunyi

Bunga, saat itu sedang berkonsentrasi di depan laptop, sejenak mengalihkan perhatiannya kepada salah satu gadget. Kerlip lampu dan tanda kotak biru di layar menambah jelas bahwa ada message untuk nya.

"Selamat Pagi, apa kabar? :) "

Sapaan hangat di pagi hari membuat Bunga melukiskan sebuah senyuman di bibir.

Dimas, salah satu nama yg tertera di contact list memang saat ini sering berkomunikasi dengan Bunga melalui gadget.

"Pagi..Feel fine...Pa kabar juga?" balas Bunga

"Agak pegal-pegal", sambung Dimas

"Haa, masih pagi nih udah pegal? emang ngapain, abis nimba?, hehe..." lanjut Bunga

"Abis olahraga. Rute rumah ke kantor lumayan bikin nafas lari-lari. Tapi seneng juga karena udah niat", jelas Dimas

"ooh...emang udah jadi beli aksesoris yang kemarin?", tanya Bunga lagi

Iya, Bunga memang sudah tahu kalau saat ini Dimas sedang berhasrat besar dengan salah satu cabang olah raga yang kembali menjadi trend. Sempat sebelumnya Dimas cerita kalau ada keinginan untuk membeli perlengkapan pendamping secara bertahap.

"Belum, tapi katanya sih udah di pesan. Cuma belum datang barangnya"

.....katanya??, dalam benak hati Bunga berpikir saat membaca kalimat tersebut, namun diam saja.

"Ehh, udah ada tuh ternyata paketnya, tp belum tahu isinya yg apa"

"Oohh, beli online?", kata Bunga

"Iya, kami selalu terbiasa untuk cari-cari dan beli via online di sana", sambung Dimas dengan nada semangat.

"Kami??...", balas Bunga

(semakin jelas kalau memang ada maksud dibalik kata bersubjek jamak tersebut).

Entah hasrat apa, namun hal itu membuat Bunga seketika merasa malas. Dengan spontan Bunga mengetik beberapa kalimat yang menjelaskan perasaannya. Hal yang sangat jarang dilakukan

"Maaf ya Dim, sepertinya dari tadi kan yang berbicara hanya antara aku dan kamu. Seharusnya subyek yang digunakan adalah subyek tunggal, bukan jamak. Agak aneh aja bacanya, kecuali memang dari awal sudah ada person lain yang dilibatkan"

"Sorry Dim..I'm just not into it", tegas Bunga lebih lanjut

" Maaf Bunga... :) "

"Iya"

***percakapan berakhir***

Suasana dan kejadian seperti ini tidak hanya terjadi kali ini saja dan cukup membuat mood Bunga sedikit retak jika level pecah belum tercapai.

Namun Dimas tidak pernah menyadari hal ini, karena Bunga selalu menyimpannya sendiri.

Sayup-sayup terdengar nada di winamp Bunga 

..........
Aku tak suka
selalu saja
Kau sebut-sebut namanya saat kita bicara

Aku tak ingin
tak ingin mendengarnya
Kau bawa-bawa namanya saat denganku
........
 

-T A M A T -

***mgs***