* * *
Saya: Jadi...She, She, dan She??? ckckckckccck :D
Dia : Kamu?
Saya : Aku ga pernah di mensen soalnya, hehehee :D
Saya : Aku ga pernah di mensen soalnya, hehehee :D
Dia : :D
Dia : Knp?
Saya: Masih ketawa2 aja nih baca chat nya dr td
Saya: Ga tau mau komen apa lg
Saya: Hahahahaa
Saya: 2nd She and The New One
Saya: eleuh2
Saya: Qiqiqiqq
Saya: Aku mungkin (rasa2nya sih) jd tempat 'sharing story' buat kamu..and I really appreciate it..thanks 4 believing me to share all stories in your life selama ini
Saya: Masih ketawa2 aja nih baca chat nya dr td
Saya: Ga tau mau komen apa lg
Saya: Hahahahaa
Saya: 2nd She and The New One
Saya: eleuh2
Saya: Qiqiqiqq
Saya: Aku mungkin (rasa2nya sih) jd tempat 'sharing story' buat kamu..and I really appreciate it..thanks 4 believing me to share all stories in your life selama ini
Saya: *eeehhhh tp seruuu jd tempat 'sharing story'
Saya: Krn aku jd tauu smua nya,hahahahaha
Saya: Hal yg blm tentu "2nd She" atau "New One" itu tahu
Saya: Apalagi "1st She"
Saya: Aku rasa cerita ku akan lebih update dari mereka2 semua, hehehheee
Saya: Krn aku jd tauu smua nya,hahahahaha
Saya: Hal yg blm tentu "2nd She" atau "New One" itu tahu
Saya: Apalagi "1st She"
Saya: Aku rasa cerita ku akan lebih update dari mereka2 semua, hehehheee
Dia : :)
Dia : Itulah bedanya kamu & mereka
Dia : You know all about me
Dia : In and out
Dia : Itulah bedanya kamu & mereka
Dia : You know all about me
Dia : In and out
Dia : :)
Dia : Bnyk yg kamu tau, but they don't
Dia : Bnyk yg kamu tau, but they don't
* * *
Begitulah sebagian percakapan saya dengan salah satu teman yang terjadi kemaren sore. Mengingat kembali percakapan terakhir "Banyak yang kamu tau, but they don't" membuat saya berpikir, haruskah saya senang? haruskah saya bangga? atau harusnya saya malah khawatir, karena bisa saja suatu waktu mereka yang tidak mengetahui semua hal tersebut mencari penjelasan dari saya..hehehee, *too much yaa kalo mikirnya gitu ^__^.
Yuupp...I guess mulai dari sekarang saya harus bisa menempatkan diri kembali ke posisi awal. Posisi pada saat kami berdua awal sekali mulai berkomunikasi. Walau mungkin seharusnya beberapa puluh atau bahkan belasan tahun yang lalu kami kenal, namun kenyataannya, memang saya baru mengetahui keberadaan sosoknya dan boleh dikatakan menjadi akrab beberapa bulan belakangan ini.
Rasanya menduduki kembali 'posisi' ini dari kemarin membuat saya merasa sedikit lebih tenang. Entah kenapa, lebih Plooong aja gitu, semoga saya selalu bisa menjaga rasa plong ini. Karena terus terang memang, sebelumnya sempat saya memposisikan diri ke tempat yang seharusnya tidak boleh saya jamah. Tempat yang ternyata hanya memberikan beban kepada saya sendiri. Maaf...beratus maaf..atau bahkan beribu maaf...mungkin hanya itu yang bisa saya katakan jika saya mengingat kembali saat-saat tersebut. Entah kepada siapa tepatnya kata "Maaf" ditujukan.
Tidak dipungkiri, semua individu boleh berharap, bahkan sangat berhak untuk mempunyai harapan. Tanpa harapan akan terasa jemu menjalani kehidupan ini. Namun ternyata, dibalik semua harapan yang sempat tercipta, being realistic is the most important thing. Ya, sikap realistis sangat tepat untuk saat ini. Adakah gunanya berharap banyak, jika ternyata malah membuat suasana menjadi tidak baik?.
Tidak dipungkiri, semua individu boleh berharap, bahkan sangat berhak untuk mempunyai harapan. Tanpa harapan akan terasa jemu menjalani kehidupan ini. Namun ternyata, dibalik semua harapan yang sempat tercipta, being realistic is the most important thing. Ya, sikap realistis sangat tepat untuk saat ini. Adakah gunanya berharap banyak, jika ternyata malah membuat suasana menjadi tidak baik?.
"In my place, in my place..there lines that I couldn't change...there lines I shouldn't have crossed...but in my place, you could share everything you wish to share..."
*** mgs***