Bukan saya bermaksud mengeluh, karena memang tidak kapasitas dan sepantasnya saya mengeluh. Mungkin seharusnya saya malah berterima kasih atau jika boleh agak "narsis" sedikit, harusnya saya bangga karena mendapat kepercayaan mengenai hal ini. Mungkin tidak semua dijadikan tempat, sebagaimana saya di jadikan selama ini, walau kenyataannya seperti apa, saya pun belum tahu.
Namun, dibalik semua itu, saya ternyata juga masih manusia, manusia yang memiliki rasa, manusia yang memiliki hati, manusia yang memiliki perasaan terkadang sedikit susah untuk menerima, manusia yang merasa terkadang sedikit "unfair".
Ingin rasanya ada saat dimana saya menjadi seperti yang "lain". Karena sepanjang pengelihatan selama ini, di lain tempat tersebut, everything looks so pleasant...everything looks so nice...everything looks so different..and everything looks so happy...(even still I don't know how the real thing is).
Kembali saya memang tidak bisa mengatur, saya tidak memiliki kapasitas apa-apa dalam hal atur-mengatur, apalagi memaksa. Pun saya tidak sanggup untuk berkata "tidak". Tidak mampu untuk berucap "I don't care". Tidak pernah untuk menulis "Why don't you tell this things to her". Entah itu merupakan kebodohan saya atau bukan.
Jemari saya akan tetap menulis dan menanggapi hal tersebut seperti tidak terjadi apa-apa. Kalimat yang saya keluarkan sewajarnya, walau sempat tertahan sebentar, untuk sejenak menghela nafas atau menutup mata membiarkan bulir mengalir. Hal yang tidak pernah di ketahuinya karena memang berbeda ruang.
Tuhan,
Perhaps this is the phase that I should do now. Mungkin ini fase yang Engkau ingin saya jalani saat ini, apapun hasilnya akan bermuara nanti. Satu yang saya yakin, Engkau tidak akan pernah memberikan cobaan lebih dari yang bisa saya hadapi. Dan setiap cobaan dari Engkau ya Tuhan, pastinya akan selalu menjadikan hal terbaik dalam kehidupan saya.
For you out there,
Tidak banyak kata yang bisa terucap. Dibalik semua yang telah terjadi, dibalik semua yang telah saya rasakan, tidak pernah terlintas sedikit pun untuk menjadikan diri sendiri sebagai dewi atau pun malaikat yang memiliki kesempurnaan. Namun, satu hal... I guess, "I'll always there, whenever you feel to share your sadness".
***mgs***