Thursday, September 13, 2012

Untukmu


“Allah itu selalu baik, maka kita jangan 
berprasangka buruk atas ketetapannya”

Kalimat tersebut saya dengar sebagai closing salah satu tayangan acara televisi saat bulan Ramadhan. Mendengar itu sedikit terbersit kedalam hati saya, sehingga sempat terukir disalah satu media social dengan maksud sebagai reminder untuk saya sendiri. Bahwa tidak jarang saya bisa dikatakan mengeluh atas semua kejadian atau cobaan yang sedang saya hadapi.

Siang ini baru saja menerima kabar dari mama, tentang follow up dari rencana yang memang selama ini berniat untuk dilaksanakan. Namun, saat mama menginformasikan konsekuensi yang harus saya jalani, sejenak kaget, bingung, bagaimana nanti, apakah bisa? Karena hal ini harus dilaksanakan secara continue, tidak bisa separuh jalan dan belum tahu juga kapan akan berakhir.

Segera berkonsultasi dengan suami, menurut suami saya memang harus kita tempuh, karena hal ini merupakan step lanjut dari program yang telah berjalan selama hampir 2 tahun. Sebelumnya memang sempat dijalani, namun di tengah perjalanan terpaksa harus berhenti terlebih dahulu, mengingat skala prioritas.

Sejenak flash back, tahap awal saya menghadapi kenyataan mengenai keadaan ini, tak dipungkiri takut, sedih, shock, dan segala bayangan tentang perjalanan yang harus saya tempuh. Kenapa sih harus seperti ini jadinya? Rasanya selama ini ga ada deh silsilah keluarga kami masing-masing yang mendapatkan anugerah seperti ini. Salah siapa ya? Trus nanti gimana? Dana nya dari mana? Gaji bulanan aja masih belum cukup. Kenapa harus kami? Keluarga lain ga ada yang seperti itu?. Segala pertanyaan dan kegelisahan selalu membayangi saya. Terutama mengenai dana, hal yang memang secara realitas tidak dapat kami pungkiri.

Sisi lain, saya tidak bisa hanya berdiam diri dan mengeluhkan keadaan. Satu cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan mengejar semua ketertinggalan selama ini harus segera ditempuh. Bermodalkan sedikit simpanan yang memang sudah saya siapkan sejak saya terdiagnosa hamil oleh dokter hingga anak saya berumur 3 tahun, kami mengambil program tersebut. 

Waktu berlalu, modal dasar pun tidak bertahan lama, sehingga banyak hal yang harus saya dan keluarga sesuaikan demi tetap berjalan program tersebut. Dari yang awalnya kami mengambil 3 jenis program, disesuaikan menjadi 2, dan terpaksa akhirnya kami hanya bisa mengikuti 1 program. Akan tetapi semua bisa continue selama hampir 2 tahun ini tanpa terputus, Alhamdulilah....hal yang terkadang saya amaze, bahwa memang benar akan ada saja jalannya.

Mencoba untuk melanjutkan kembali salah satu program yang tertunda saat itu, saya jadi teringat kembali akan kalimat diatas dan berdasarkan pengalaman yang telah saya jalani selama ini. Bahwa ternyata Allah itu baik, semua ketakutan dan keraguan yang saya rasakan, ternyata tidak seperti itu karena pada akhirnya akan ditunjukkan pula oleh Allah jalan keluarnya.

Kembali dengan mengucap Bismillahirahmanirahim, memantapkan hati, Insya Allah, jalan ini memang sudah ketetapan yang Allah berikan untuk saya dan keluarga. Insya Allah juga akan selalu ada cara dan jalan keluar jika nanti kami menghadapi rintangan, Aamiin....karena jalan yang akan kami tempuh ini semata sebagai cara kami untuk menjaga dan merawat titipan Allah yang sangat berharga, melebihi apa pun..yaitu buah hati kami berdua :)


 


I would fight for you
Walk the wire for you
I'd die for you

You know it's true
Everything I do
I do it for you 

:)


***mgs***