Tuesday, September 18, 2012

United Colors

Perbedaan...

Segala perbedaan banyak terjadi dalam kehidupan ini. Perbedaan waktu, cuaca, kulit, bahasa, dan perbedaan-perbedaan lainnya. Seakan semakin mempertegas bahwa Life Will Never Be Bored. Anggap saja perbedaan-perbedaan tersebut sebagai bentuk warna. Jelas sudah warna yang diberikan dalam kehidupan beraneka ragam kan? Bukan hanya hitam dan putih atau bahkan abu-abu. Saya tidak men-judge kalau warna hitam dan putih itu jelek, kurang bagus ataupun tidak menarik. Saya percaya semua warna memiliki fungsi yang saling melengkapi, memiliki kelebihan tersendiri, sehingga semarak adalah hasil akhir yang terwujud.

Konsekuensi lain yang -mungkin- timbul dan tidak dapat dihindari akibat dari "warna-warna" adalah perbedaan opini, cara pandang, atau bahkan dapat mengakibatkan munculnya friksi. Dibutuhkan pemikiran yang matang, bijak dan dewasa dalam menghadapi hal tersebut. Selalu mencoba menempatkan diri dalam posisi masing-masing. Jika hak ditempatkan dalam posisi kita berada, hendaknya juga dapat menerima bahwa hak pun bisa berada di tempat orang lain. Jangan hanya berbicara hak penuh dan beranggap bahwa yang lain hanya gangguan.

Never judge one color will be the best color ever. Try to look inside the other colors, compile them into United Colors...One Best United Colors ever.


***mgs***



Friday, September 14, 2012

M A R K A H

Akan selalu terdengar lonceng berbunyi,
seakan mengingatkan agar tidak terlalu terbawa bahagia

Akan selalu terdengar suara berbisik,
seakan berbicara tidak seperti demikian alur yang berjalan

Akan selalu terdapat langit diatas bumi yang terpijak,
karena memang...hanya ...dan demikian adanya



***mgs***

Thursday, September 13, 2012

Untukmu


“Allah itu selalu baik, maka kita jangan 
berprasangka buruk atas ketetapannya”

Kalimat tersebut saya dengar sebagai closing salah satu tayangan acara televisi saat bulan Ramadhan. Mendengar itu sedikit terbersit kedalam hati saya, sehingga sempat terukir disalah satu media social dengan maksud sebagai reminder untuk saya sendiri. Bahwa tidak jarang saya bisa dikatakan mengeluh atas semua kejadian atau cobaan yang sedang saya hadapi.

Siang ini baru saja menerima kabar dari mama, tentang follow up dari rencana yang memang selama ini berniat untuk dilaksanakan. Namun, saat mama menginformasikan konsekuensi yang harus saya jalani, sejenak kaget, bingung, bagaimana nanti, apakah bisa? Karena hal ini harus dilaksanakan secara continue, tidak bisa separuh jalan dan belum tahu juga kapan akan berakhir.

Segera berkonsultasi dengan suami, menurut suami saya memang harus kita tempuh, karena hal ini merupakan step lanjut dari program yang telah berjalan selama hampir 2 tahun. Sebelumnya memang sempat dijalani, namun di tengah perjalanan terpaksa harus berhenti terlebih dahulu, mengingat skala prioritas.

Sejenak flash back, tahap awal saya menghadapi kenyataan mengenai keadaan ini, tak dipungkiri takut, sedih, shock, dan segala bayangan tentang perjalanan yang harus saya tempuh. Kenapa sih harus seperti ini jadinya? Rasanya selama ini ga ada deh silsilah keluarga kami masing-masing yang mendapatkan anugerah seperti ini. Salah siapa ya? Trus nanti gimana? Dana nya dari mana? Gaji bulanan aja masih belum cukup. Kenapa harus kami? Keluarga lain ga ada yang seperti itu?. Segala pertanyaan dan kegelisahan selalu membayangi saya. Terutama mengenai dana, hal yang memang secara realitas tidak dapat kami pungkiri.

Sisi lain, saya tidak bisa hanya berdiam diri dan mengeluhkan keadaan. Satu cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan mengejar semua ketertinggalan selama ini harus segera ditempuh. Bermodalkan sedikit simpanan yang memang sudah saya siapkan sejak saya terdiagnosa hamil oleh dokter hingga anak saya berumur 3 tahun, kami mengambil program tersebut. 

Waktu berlalu, modal dasar pun tidak bertahan lama, sehingga banyak hal yang harus saya dan keluarga sesuaikan demi tetap berjalan program tersebut. Dari yang awalnya kami mengambil 3 jenis program, disesuaikan menjadi 2, dan terpaksa akhirnya kami hanya bisa mengikuti 1 program. Akan tetapi semua bisa continue selama hampir 2 tahun ini tanpa terputus, Alhamdulilah....hal yang terkadang saya amaze, bahwa memang benar akan ada saja jalannya.

Mencoba untuk melanjutkan kembali salah satu program yang tertunda saat itu, saya jadi teringat kembali akan kalimat diatas dan berdasarkan pengalaman yang telah saya jalani selama ini. Bahwa ternyata Allah itu baik, semua ketakutan dan keraguan yang saya rasakan, ternyata tidak seperti itu karena pada akhirnya akan ditunjukkan pula oleh Allah jalan keluarnya.

Kembali dengan mengucap Bismillahirahmanirahim, memantapkan hati, Insya Allah, jalan ini memang sudah ketetapan yang Allah berikan untuk saya dan keluarga. Insya Allah juga akan selalu ada cara dan jalan keluar jika nanti kami menghadapi rintangan, Aamiin....karena jalan yang akan kami tempuh ini semata sebagai cara kami untuk menjaga dan merawat titipan Allah yang sangat berharga, melebihi apa pun..yaitu buah hati kami berdua :)


 


I would fight for you
Walk the wire for you
I'd die for you

You know it's true
Everything I do
I do it for you 

:)


***mgs***






Tuesday, September 4, 2012

SUPER(wo)MAN


I can't stand to fly  
I'm not that naive  
I'm just out to find  
The better part of me
 
I'm more than a bird, I'm more than a plane  
I'm more than some pretty face beside a train  
And it's not easy to be me
 
Wish that I could cry  
Fall upon my knees  
Find a way to lie  
‘Bout a home I'll never see
 
It may sound absurd 
but don't be naive  
Even heroes have the right to bleed 
I may be disturbed but won't you concede  
Even heroes have the right to dream
And it's not easy to be me

Up up and away away from me  
Well it's all right  
You can all sleep sound tonight  
I'm not crazy or anything
 
I can't stand to fly  
I'm not that naive 
(wo)Men weren't meant to ride  
With clouds between their knees
 
I'm only a (wo)man in a silly red sheet  
Digging for kryptonite on this one way street  
Only a (wo)man in a funny red sheet  
Looking for special things inside of me
 
Inside of me, inside of me, yeah Inside of me, inside of me
I'm only a (wo)man in a funny red sheet 
I'm only a (wo)man looking for a dream 
I'm only a (wo)man in a funny red sheet 
And it's not easy, 
it's not easy to be........me

==============

>> Keep silent in everything mungkin tidak baik. Namun in reality, suka tidak suka, baik tidak baik, tidak semuanya bisa terjadi seperti in theory. Tidak mungkin membantah, tanpa membantah pun posisi ini selalu "setia", terlepas apapun topik pembahasannya. 
And it surely does not easy to be....


***mgs***


Thursday, August 30, 2012

Pilihan

"Ternyata beneran deh, gw selalunya bukan pilihan :D. Walaupun gw juga ogah ama dia, tapi minimal jadi kandidat kan udah ngebesarin hati gw, hahahaa"
 ....
"Tinggalkan saja diriku yang tak mungkin menunggu....jangan pernah memilih aku bukan pilihan"
  ....

Dua kalimat serupa tapi tak sama. Serupa menggunakan satu kata dasar. Tak Sama karena mengandung makna yang berbeda. 

Konon katanya hidup adalah pilihan. Banyak hal harus dipilih dalam mengarungi hidup ini. Memilih berjalan dalam track yang lurus-lurus sajakah, atau sedikit berliku agar terasa lebih dinamis, atau mungkin terjerembab ke dalam kubangan penuh dengan lumpur dan noda jika ingin lebih ekstrim. Memilih untuk hidup bahagia atau sedih? itu juga merupakan pilihan.

Satu lagi, memilih untuk melupakan dan tidak lagi memikirkan manusia-manusia yang selalu membuat hidup kita menderita, perasaan kita sedih..kembali itu merupakan pilihan.  Karena manusia seperti itu akan terus memilih pola tersebut sebagai bagian dari hidup mereka. Akan terus memilih untuk mencari mangsa-mangsa baru. Akankah kita memilih untuk menjadi mangsa mereka? Ataukah kita memilih untuk tidak terjebak kedalam permainan mereka kembali?

Semua itu adalah PILIHAN :)


***mgs***

Monday, August 13, 2012

Labirin

..setiap kali terlintas di kepala
..detil kecil yang telah terbuat dan terlewat
...sesal datang terlambat

Berada dalam situasi sama
Berada dalam suasana sama
Berada dalam perbincangan serupa

Akankah kembali berada dalam perjalanan serupa?
Ataukah cerita lain yang harus di tempuh?
Hanya berharap yang terbaik akan terjadi
dalam mengarungi episode kali ini


***mgs***





Friday, August 3, 2012

Sebut-sebut namanya

Cling

Salah satu sign message berbunyi

Bunga, saat itu sedang berkonsentrasi di depan laptop, sejenak mengalihkan perhatiannya kepada salah satu gadget. Kerlip lampu dan tanda kotak biru di layar menambah jelas bahwa ada message untuk nya.

"Selamat Pagi, apa kabar? :) "

Sapaan hangat di pagi hari membuat Bunga melukiskan sebuah senyuman di bibir.

Dimas, salah satu nama yg tertera di contact list memang saat ini sering berkomunikasi dengan Bunga melalui gadget.

"Pagi..Feel fine...Pa kabar juga?" balas Bunga

"Agak pegal-pegal", sambung Dimas

"Haa, masih pagi nih udah pegal? emang ngapain, abis nimba?, hehe..." lanjut Bunga

"Abis olahraga. Rute rumah ke kantor lumayan bikin nafas lari-lari. Tapi seneng juga karena udah niat", jelas Dimas

"ooh...emang udah jadi beli aksesoris yang kemarin?", tanya Bunga lagi

Iya, Bunga memang sudah tahu kalau saat ini Dimas sedang berhasrat besar dengan salah satu cabang olah raga yang kembali menjadi trend. Sempat sebelumnya Dimas cerita kalau ada keinginan untuk membeli perlengkapan pendamping secara bertahap.

"Belum, tapi katanya sih udah di pesan. Cuma belum datang barangnya"

.....katanya??, dalam benak hati Bunga berpikir saat membaca kalimat tersebut, namun diam saja.

"Ehh, udah ada tuh ternyata paketnya, tp belum tahu isinya yg apa"

"Oohh, beli online?", kata Bunga

"Iya, kami selalu terbiasa untuk cari-cari dan beli via online di sana", sambung Dimas dengan nada semangat.

"Kami??...", balas Bunga

(semakin jelas kalau memang ada maksud dibalik kata bersubjek jamak tersebut).

Entah hasrat apa, namun hal itu membuat Bunga seketika merasa malas. Dengan spontan Bunga mengetik beberapa kalimat yang menjelaskan perasaannya. Hal yang sangat jarang dilakukan

"Maaf ya Dim, sepertinya dari tadi kan yang berbicara hanya antara aku dan kamu. Seharusnya subyek yang digunakan adalah subyek tunggal, bukan jamak. Agak aneh aja bacanya, kecuali memang dari awal sudah ada person lain yang dilibatkan"

"Sorry Dim..I'm just not into it", tegas Bunga lebih lanjut

" Maaf Bunga... :) "

"Iya"

***percakapan berakhir***

Suasana dan kejadian seperti ini tidak hanya terjadi kali ini saja dan cukup membuat mood Bunga sedikit retak jika level pecah belum tercapai.

Namun Dimas tidak pernah menyadari hal ini, karena Bunga selalu menyimpannya sendiri.

Sayup-sayup terdengar nada di winamp Bunga 

..........
Aku tak suka
selalu saja
Kau sebut-sebut namanya saat kita bicara

Aku tak ingin
tak ingin mendengarnya
Kau bawa-bawa namanya saat denganku
........
 

-T A M A T -

***mgs***