Thursday, March 29, 2012

Back to 'Square One'




* * *
Saya: Jadi...She, She, dan She??? ckckckckccck :D
Dia : Kamu?
Saya : Aku ga pernah di mensen soalnya, hehehee :D
Dia : :D
Dia : Knp?
Saya: Masih ketawa2 aja nih baca chat nya dr td
Saya: Ga tau mau komen apa lg
Saya: Hahahahaa
Saya: 2nd She and The New One
Saya: eleuh2
Saya: Qiqiqiqq
Saya: Aku mungkin (rasa2nya sih) jd tempat 'sharing story' buat kamu..and I really appreciate it..thanks 4 believing me to share all stories in your life selama ini
Saya: *eeehhhh tp seruuu jd tempat 'sharing story'
Saya: Krn aku jd tauu smua nya,hahahahaha
Saya: Hal yg blm tentu "2nd She" atau "New One" itu tahu
Saya: Apalagi "1st She"
Saya: Aku rasa cerita ku akan lebih update dari mereka2 semua, hehehheee
Dia :  :)
Dia : Itulah bedanya kamu & mereka
Dia : You know all about me
Dia : In and out
Dia : :)
Dia : Bnyk yg kamu tau, but they don't

* * *
Begitulah sebagian percakapan saya dengan salah satu teman yang terjadi kemaren sore. Mengingat kembali percakapan terakhir "Banyak yang kamu tau, but they don't" membuat saya berpikir, haruskah saya senang? haruskah saya bangga? atau harusnya saya malah khawatir, karena bisa saja suatu waktu mereka yang tidak mengetahui semua hal tersebut mencari penjelasan dari saya..hehehee, *too much yaa kalo mikirnya gitu  ^__^.

Yuupp...I guess mulai dari sekarang saya harus bisa menempatkan diri kembali ke posisi awal. Posisi pada saat kami berdua awal sekali mulai berkomunikasi. Walau mungkin seharusnya beberapa puluh atau bahkan belasan tahun yang lalu kami kenal, namun kenyataannya, memang saya baru mengetahui keberadaan sosoknya dan boleh dikatakan menjadi akrab beberapa bulan belakangan ini.

Rasanya menduduki kembali 'posisi' ini dari kemarin membuat saya merasa sedikit lebih tenang. Entah kenapa, lebih Plooong aja gitu, semoga saya selalu bisa menjaga rasa plong ini. Karena terus terang memang, sebelumnya sempat saya memposisikan diri ke tempat yang seharusnya tidak boleh saya jamah. Tempat yang ternyata hanya memberikan beban kepada saya sendiri. Maaf...beratus maaf..atau bahkan beribu maaf...mungkin hanya itu yang bisa saya katakan jika saya mengingat kembali saat-saat tersebut. Entah kepada siapa tepatnya kata "Maaf" ditujukan.

Tidak dipungkiri, semua individu boleh berharap, bahkan sangat berhak untuk mempunyai harapan. Tanpa harapan akan terasa jemu menjalani kehidupan ini. Namun ternyata, dibalik semua harapan yang sempat tercipta, being realistic is the most important thing. Ya, sikap realistis sangat tepat untuk saat ini.  Adakah gunanya berharap banyak, jika ternyata malah membuat suasana menjadi tidak baik?.

"In my place, in my place..there lines that I couldn't change...there lines I shouldn't have crossed...but in my place, you could share everything you wish to share..."

*** mgs***






Tuesday, March 27, 2012

Everything's Okay ~ Lenka


Keep giving me hope for a better day
Keep giving me love to find a way
Through this heaviness I feel
I just need someone to say, everything's okay

Woke my weary head
Crawled out of my bed
And I said, "Oh, how do I go on?"
Nothing's going right, shadow's took the light
And I said, "Oh, how do I go on?"

Sometimes I need a little sunshine
And sometimes I need you

Keep giving me hope for a better day
Keep giving love to find a way
Through this messy life I made for myself
Heaven knows I need a little

Hope for a better day
Keep giving me love to find a way
Through this heaviness I feel
I just need someone to say, everything's okay

I gave my hope to you
When you were early through
And you said, "Oh, I can't go on
Well, now I need it back
'Cause I have got a lack of all that's good
And I can't go on
 Sometimes I need a little sunshine
And sometimes I need you

Everything's okay, everything's okay
Sometimes I need a little sunshine
And sometimes I need you
 
(entah apa maksudnya, tapi sepertinya I'll just take it easy and smile ^__^)
 
***mgs***

Monday, March 19, 2012

"Bolehkah saya?"

"Kalo gak pernah ngerasa memiliki, 
seharusnya gak pernah ngerasa keilangan.."

Membaca salah satu tweet dari teman saya sore ini entah kenapa rasanya agak "mengena" aja. Yups, tak jarang mungkin kejadian seperti itu menimpa pada kehidupan manusia, termasuk saya. Entah itu termasuk egosentris dari seorang manusia atau pun bukan, namun rasanya masih termasuk humanity.

Objek yang dijadikan kepemilikan pun bisa bermacam-macam, dari yang real, concrete maupun yang abstrak. Contoh yang real dan concrete, jelas berupa barang/benda. Misalnya kita sangat menginginkan untuk memiliki suatu barang, namun kog rasanya untuk saat ini masih merupakan angan-angan, walaupun sangat berharap suatu hari nanti kita akan mempunyai barang tersebut dengan label "It's Mine". 

Salah satu cara, saat kita memerlukan barang tersebut, adalah dengan jalan meminjam kepada orang yang telah memilikinya, entah itu teman, saudara, atau mungkin orang tua. Saat dipinjamkan, waah rasanya seneng banget, terbayang di angan akan digunakan untuk apa dan seperti apa nantinya. Wajah sumringah, senyum simpul, nampak jelas, walaupun sadar bahwa ini hanya sesaat. Hingga tiba saat pengembalian kepada yang memiliki. Ada kalanya ikhlas, karena memang tahu bahwa yang namanya pinjam ya harus dikembalikan. Namun, jika mau jujur, tak jarang pula dalam hati terbersit "aahh, bisakah lebih lama lagi saya pinjam?"...masih belum puas rasanya...masih ingin berlama-lama dengannya". Hingga secara tak sadar, kita pun merasa sedikit kehilangan benda tersebut.

Hal lain yang berbentuk abstrak adalah "perasaan dalam suatu hubungan". Entah itu hubungan pertemanan, persahabatan maupun percintaan. Waahh, sebenarnya kalo membahas masalah hubungan, terkadang agak "sensitif" hehehhe..Kali ini yang mau saya coba angkat adalah hubungan pertemanan aja deh. 

Menurut kodratnya, manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang memerlukan interaksi dengan sesama dan lingkungan. Gak kebayang saya, kalo di dunia ini saya cuma sendiri, gak ada teman ngobrol, ga ada teman berbagi, sementara saya termasuk orang yang sering curhat kalo ada masalah, mencoba diam aja cuma bertahan tidak sampai 2 hari sepertinya, hehhee...

Dalam berteman pastinya selalu berkomunikasi, berinteraksi, bisa secara langsung maupun tidak langsung. Langsung terlibat dalam percakapan secara face to face dan dalam ruang yang sama. Tidak langsung, ya bisa melalui telephone, chat, maupun yang sekarang sedang trend dan termasuk ekonomis adalah melalui "Blackberry Messenger (BBM)". Banyak hal bisa dibicarakan melalui media tersebut (BBM). Banyak pula cerita yang bisa di-share menggunakan media kecil dan terkesan intim itu, karena pastinya selalu ada di genggaman tangan sang pengguna. Tercipta suasana senang, gembira, sedih, atau mungkin terkadang kesal dan salah paham karena kadang sinyal yang error atau message yang pending. Satu yang pasti, perasaan semakin akrab dan dekat tercipta dengan sendirinya seiring intensitas berkomunikasi. Secara tidak langsung seakan menimbulkan rasa "memiliki".

Namun, dalam menjalin hubungan sesama manusia, tentunya berbeda dengan benda mati. Perasaan saling memahami, toleransi, dan pengertian sangat perlu jika kita ingin menjaga hubungan tersebut tetap baik. Mungkin ada kalanya teman kita memerlukan waktu untuk dirinya sendiri, sehingga dia tidak menceritakan hal-hal tertentu kepada kita. Mungkin ada kalanya pula dia merasa "bosen ah ngomong sama kamu terus", sehingga dia berinteraksi kepada orang lain.  

Apapun situasinya dan apapun alasannya, kita tidak mungkin bisa memaksakan kehendak kepada teman untuk selalu berada dekat, karena dia  memiliki kehidupannya sendiri yang belum tentu kita paham akan dunia itu. 

Dan kembali ke kalimat diatas  "Kalo gak pernah ngerasa (bisa) memiliki, seharusnya gak pernah (boleh) ngerasa keilangan.." 
(walaupun secara jujur rasa kehilangan sempat hadir di dalam hati).


***mgs***









Friday, March 16, 2012

(but) I'll always there


Tuhan,

Bukan saya bermaksud mengeluh, karena memang tidak kapasitas dan sepantasnya saya mengeluh. Mungkin seharusnya saya malah berterima kasih atau jika boleh agak "narsis" sedikit, harusnya saya bangga karena mendapat kepercayaan mengenai hal ini. Mungkin tidak semua dijadikan tempat, sebagaimana saya di jadikan selama ini, walau kenyataannya seperti apa, saya pun belum tahu.

Namun, dibalik semua itu, saya ternyata juga masih manusia, manusia yang memiliki rasa, manusia yang memiliki hati, manusia yang memiliki perasaan terkadang sedikit susah untuk menerima, manusia yang merasa terkadang sedikit "unfair".

Ingin rasanya ada saat dimana saya menjadi seperti yang "lain". Karena sepanjang pengelihatan selama ini, di lain tempat tersebut, everything looks so pleasant...everything looks so nice...everything looks so different..and everything looks so happy...(even still I don't know how the real thing is).

Kembali saya memang tidak bisa mengatur, saya tidak memiliki kapasitas apa-apa dalam hal atur-mengatur, apalagi memaksa. Pun saya tidak sanggup untuk berkata "tidak". Tidak mampu untuk berucap "I don't care". Tidak pernah untuk menulis "Why don't you tell this things to her". Entah itu merupakan kebodohan saya atau bukan. 

Jemari saya akan tetap menulis dan menanggapi hal tersebut seperti tidak terjadi apa-apa. Kalimat yang saya keluarkan sewajarnya, walau sempat tertahan sebentar, untuk sejenak menghela nafas atau menutup mata membiarkan bulir mengalir. Hal yang tidak pernah di ketahuinya karena memang berbeda ruang.

Tuhan,

Perhaps this is the phase that I should do now. Mungkin ini fase yang Engkau ingin saya jalani saat ini, apapun hasilnya akan bermuara nanti. Satu yang saya yakin, Engkau tidak akan pernah memberikan cobaan lebih dari yang bisa saya hadapi. Dan setiap cobaan dari Engkau ya Tuhan, pastinya akan selalu menjadikan hal terbaik dalam kehidupan saya.

For you out there,

Tidak banyak kata yang bisa terucap. Dibalik semua yang telah terjadi, dibalik semua yang telah saya rasakan, tidak pernah terlintas sedikit pun untuk menjadikan diri sendiri sebagai dewi atau pun malaikat yang memiliki kesempurnaan. Namun, satu hal... I guess, "I'll always there, whenever you feel to share your sadness".


***mgs***







Tuesday, March 13, 2012

(maybe) Silence (does) Speak Better



Ternyata,
terlalu banyak bicara
terlalu banyak kata terucap
terlalu banyak cerita terungkap
terlalu banyak asa tertanam
terlalu banyak harapan tercipta
terlalu banyak impian terbangun

Pada akhirnya,
terlalu banyak energi terpakai
terlalu banyak waktu terbuang
terlalu banyak pikiran tercurah
terlalu banyak ilusi terlihat
terlalu banyak rasa terkoyak
terlalu banyak hal tersia-sia


***mgs***

Friday, March 9, 2012

TOY(S)

"Toy(s)" atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai "Mainan". Satu kata yang secara otomatis selalu terkaitkan dengan anak-anak atau masa kanak-kanak. Masa indah yang sulit-bahkan pastinya tidak mungkin-untuk kita dapat menjalaninya kembali. 

Saya mencoba googling mencari apa sih sebenarnya definisi tepatnya untuk kata tersebut. Kalo menurut Mbah Gugel, didapat dari website "artikata.com" definisinya adalah sebagai berikut : "Mainan = alat untuk bermain; barang yg dipermainkan". Jelas bahwa mainan pastinya akan membawa rasa kegembiraan atau perasaan suka cita, pada saat anak atau seseorang menggunakannya.

Tiap anak pasti memiliki mainan favorit. Salah satu contoh soal yang bisa saya lihat secara langsung adalah B, 4 tahun, anak saya sendiri. Dari beraneka ragam mainan anak-anak di toko yang kami kunjungi,langkah B pasti secara otomatis berhenti pada display "mobil-mobilan" dan pastinya berwarna merah ^__^. Entah sudah berapa banyak jumlah mobil-mobilan merah yang tersimpan di dalam storage box. Terkadang saya juga agak gregetan, jika B memilih warna merah lagi, "Nak, kan kemaren udah merah, sekarang itu aja yang ungu" (hehehe, mama maksa warna lain). Kalo B lagi mau, emang ganti, cuma seringnya teteup keukeuh dengan pilihannya, heheheh...

Namun bukan berarti B tidak memiliki minat sama sekali dengan mainan lain kecuali "si mobil merah". Ada kalanya dia tertarik dengan bola saat kami sedang mengunjungi salah satu supermarket di kawasan Bintaro Sektor 7. Melihat bola, B lalu minta di belikan. Sampai dirumah B mulai mencoba bermain dan mengexplore seperti apa sih sebuah bola itu akan menjadi menarik? apakah dapat menciptakan perasaan exciting atau "seru" juga seperti halnya mobil? mainan yang selama ini sangat akrab dan selalu menjadi bagian dari B. Atau ternyata bola hanya hal yg monoton dan membosankan? Melihat bentuknya hanya bulat dan polos,tidak ada detil-detil spesifik,tidak ada part yang macam-macam seperti halnya bagian dari mobil,ada setir,roda,velg,bemper,spoiler,dll. Meskipun bola tersebut juga terhiasi dengan beraneka gambar dan warna yang sangat menarik.

Hari ke hari...Minggu ke minggu...bulan ke bulan...B masih setia dengan "bola" nya. Ditendang, dilempar, dipantulkan. B menemukan "dunia baru" dengan permainan barunya. Dunia yang selama ini mungkin belum dia rasakan. Pada saat bola tersebut melambung tinggi hampir mengenai atap, B akan tertawa dengan cerianya. Pada saat saya melempar bola ke arah tembok dengan tujuan agar terpantul kembali, he is so exciting menunggu moment tersebut. This is (maybe) the fun that he was never found it before, when he plays car. Lalu bagaimana dengan nasib "si mobil merah"? Pastinya, "si mobil merah" sempat merasakan istirahat yang panjang saat ini, sesekali sih masih di tengok B, pegang sebentar, mainkan sebentar, lalu ditaruh kembali.

Hingga satu moment, saya perhatikan, sepertinya B sudah mulai "agak" bosan dengan keberadaan "si bola", teman baru yang selama ini mengisi hari-harinya dengan penuh suka cita, fun and exciting. Perlahan tapi pasti, B mulai kembali mencari "si mobil merah", membuka kembali kotak tempat "si mobil merah" tersimpan dengan rapi. Mencoba mengingat kembali how to interact with it. Mencoba mengenang kembali indahnya bermain-main dengan "si mobil merah" ini. Dan pada akhirnya, jika saya perhatikan, B tetap memilih dan menganggap "si mobil merah" menjadi mainan "favoritnya". Mainan yang tidak pernah akan bisa lepas dari kehidupannya, mainan yang akan selalu menjadi pilihan utama jika dia harus memilih, mainan yang akan selalu membuat dia "kembali" meskipun selama ini B sudah mencoba berbagai mainan baru.

Well, I guess every kid has their own "favorite toy". Walaupun mungkin sempat terabaikan, terlupakan bahkan mungkin berdebu sesaat karena waktu dan tempat tidak memungkinkan. Namun suatu waktu, mainan tersebut akan kembali dicari, akan kembali didekati untuk kemudian berharap akan kembali dimainkan, dan mendatangkan rasa kebahagiaan yang selama ini hanya mereka sendiri yang dapat merasakannya.

So, what is your kid's favorite toy? atau mungkin "mainan favorit" anda sendiri? Dewasa pun terkadang tidak terlepas dari "mainan favorit".


***mgs***





Friday, February 17, 2012

Don't Say You Love Me (The Corrs)




I've seen this place a thousand times
I've felt this all before
And every time you call
I've waited there as though you might not call at all

I know this face I'm wearing now
I've seen this in my eyes
And though it feels so great, I'm still afraid
That you'll be leaving anytime

We've done this once and then you closed the door
Don't let me fall again for nothing more

Don't say you love me unless forever
Don't tell me you need me, if you're not gonna stay
Don't give me this feeling, I'll only believe it
Make it real or take it all away

I've caught myself smiling alone
Just thinking of your voice
And dreaming of your touch, is all too much
You know I don't have any choice

Don't say you love me unless forever
Don't tell me you need me, if you're not gonna stay
Don't give me this feeling, I'll only believe it
Make it real or take it all away
Yeah Yeah Yeah

We've done this once and then you closed the door
Don't let me fall again for nothing more

Don't say you love me unless forever
Don't tell me you need me, if you're not gonna stay
Don't give me this feeling, I'll only believe it
Make it real or take it all away

Say you love me
Don't tell me you need me, if you're not gonna stay
Don't give me this feeling, I'll only believe it
Make it real or take it all away
Take it all away, take it all away

***mgs***